Postingan

LANDASAN SOSIAL BUDAYA DALAM PENDIDIKAN

LANDASAN SOSIAL BUDAYA DALAM PENDIDIKAN Oleh: Fina Mawahib Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebab, sebagian besar aktifitas manusia dilakukan secara kelompok. Sedangkan jika dikaitkan dengan pendidikan, maka terlebih dahulu mengerti apa yang menjadi tujuan pendidikan itu sendiri. Menurut Dewey, tujuan pendidikan adalah mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik sehingga dapat berfungsi secara individual dan berfungsi sebagai anggota masyarakat melalui penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang bersifat aktif, ilmiah, dan memasyarakat serta berdasarkan kehidupan nyata yang dapat mengembangkan jiwa, pengetahuan, rasa tanggung jawab, keterampilan, kemauan, dan kehalusan budi pekerti. [1] Berbicara tentang landasan sosial budaya dalam pendidikan, maka ada beberapa hal yang perlu dibahas, yaitu: (1) sosiologi dan pendidikan, (2) kebudayaan dan pendidikan. 1.       Sosiologi...
F I N A M A W A H I B Fatamorgana  menjelma menjadi gerimis seketika, saat rindu hadir bersama kenangan, yang datang menyatu dengan angin menuju pada selasar ingatan. Ingatan akan sebuah nama, sebuah cerita, yang membuat daun runtuh sebelum angin meniupnya dengan kencang, wajahmu pun datang diantara awan. Nuansa hati ini bermelodi tak seimbang, kembang kempis dada menari tanpa ada alasan yang bisa ditepis, saat mendung datang dan memberi isyarat bahwa hujan ragu untuk turun, mungkin malu takut menggannggu aku yang sedang tersekap rindu. Aku hanya bisa menengadahkan muka kearah angkasa, memandangi mendung bersama rindu yang tak dapat dibendung, seketika air mata tumpah bersama mendung yang terpecah, aku pun pasrah namun tak membiarkan diri diam tanpa tingkah. Mencari sesuatu yang hilang, yakni kebersamaan, ku telusuri jalan kenangan, aku kedinginan di tengah derasnya hujan, basahnya tak bisa tertahankan, berulang kali memoriku menguap menjadi ilusi kebersamaan. Alangkah ...
Gambar
Hamba Oleh: Fina Mawahib Aku hanyalah quark terkecil semesta Tak berbuat tanpa gaya quark lain yang mengikat. Aku hanyalah wayang Yang bergerak mengikuti dalang Berdiri di bawah terik surya yang menjuntai Diantara catatan suci yang mengintai Di atas bentala yang penuh badai. Aku hanya pemain kehidupan Menyelami narasi semu Memerankan tanda tanya dan seru Dalam mengaplikasikan apa yang tertulis untukku. Dalang terbaikku adalah Tuhan Dzat yang tak bisa terbayangkan Namun keberadaanNya nyata dan dapat dirasakan.
Gambar
ASA Katanya Berpetualang itu menegangkan Banyak yang berkata enggan Banyak yang terhantam ketakutan Dengan gelap berjalan Jalan terjal menjadi medan Berpeta pada kode alam Nyatanya Kegelapan adalah sinar Jalan terjal adalah jelmaan sabana yang penuh keromantisan Kode alam adalah isyarat semesta yang penuh keberkahan Nyatanya Aral adalah keanugerahan Bagi mereka yang merajut harapan
Untukmu Kepada insan pengundang rindu Di bait awalku ku tulis Betapa kuingin menjadi kalbumu Agar ku tahu rasamu padaku Di tengah baitku ku tulis Engkau istimewa Hadirmu menciptakan nada indah dari dawai asmara Keindahanmu adalah cinta Cinta adalah aura pesona jiwa Dan jiwamu bagai purnama saat gulita Terima kasih Keremangan tlah kau terangi Cinta bukan sekedar imaji Rasa indah kau patri dalam relung hati Di akhir baitku ku tulis Cinta kita adalah abad bukan sesaat.
ILUSI SAAT SENJA   Sebentar lagi malam tiba Salam perpisahan untuk embun pagi nan terik sang surya Di ufuk barat terlihat mentari yang letih Yang sedikit demi sedikt tenggelam dalam lautan kabut kelam Terlihat kala senja itu , gadis yang kian rapuh Meratapi kesayatan yang sejenak menyapa kehidupan Menatap langit penuh nuansa jingga Tebarkan pesona kemegahan tanpa bersuara Gadispun membisu Ingin rasanya melayang terbang di gugusan awan jingga Singgah sejenak disana Tuk menghibur hati yang sedang lara Lalu tertidur pulas dalam alunan malam Dan terbangun Kala nuansa biru menguasai langit Kala burung-burung bernyanyi Seraya mengundang shymphony yang beranjak mengalunkan nada Di temani embun pagi yang menyejukkan sukma Embun yang berdamai dengan semesta Embun yang ajarkan tentang indahnya bersyukur pada Tuhan Embun yang meyakinkan hati bahwa “Matahari yang ditelan kabut kelam, akan kembali tuk sinari kehidupan” Bagaikan ketenangan hati yang tak akan meninggalkan ...
MUARA KESEPIAN Oleh: Fina Mawahib Menghirup muara tanpa batas Tercipta imaji terlampias Senyap dermaga sepi berpaut Merenung purnama memanjakan kalut Ombaklah yang menyempurnakan laut Menciptakan gemuruh gelombang sajak yang menghanyutkan sampan Tergambar sketsa kesunyian Rinai embun berdiam diatas awan Labirin dalam genangan angan Menumbuhkan sebuah pertanyaan Masihkah keteduhan meruyakan nafas rerumputan ? Entahlah… Bayangan semakin memudar Mengalir menuju muara kesepian